Hukum Bertanya Masalah Agama pada ChatGPT: Jawaban Munas Alim Ulama NU

Gambar Gravatar
oleh 1038 Dilihat
Hukum Bertanya Masalah Agama pada ChatGPT - Situs Sisi Islam
Hukum Bertanya Masalah Agama pada ChatGPT [Ilustrasi]

SisiIslam.ComHukum Bertanya Masalah Agama pada ChatGPT: Jawaban Munas Alim Ulama NU dibahas dalam artikel ini oleh Portal Berita Islami dan Gaya Hidup Muslim, SITUS SISI ISLAM melalui kanal Pendapat.

ChatGPT, salah satu kecerdasan buatan (AI) yang beroperasi dalam format percakapan, telah menjadi populer dan menciptakan istilah lain, yaitu Natural Language Processing (NLP). NLP adalah cabang kecerdasan buatan yang memungkinkan komputer untuk memahami, menghasilkan, dan memanipulasi bahasa manusia.

Namun, apakah sah bertanya masalah agama pada AI atau Natural Language Processing (NLP)? Pertanyaan ini dibahas secara mendalam dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada 18-19 September 2023. Para ulama menjelaskan masalah ini dan memberikan jawaban berdasarkan perspektif keagamaan.

Penjelasan ini disampaikan oleh Komisi Bhatsul Masail Waqi’iyyah Munas Alim Ulama NU. Berikut penjelasan lengkap mengenai hukum bertanya masalah keagamaan kepada AI, seperti ChatGPT:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

A. Deskripsi Masalah Hukum Bertanya Masalah Agama pada ChatGPT

Kecerdasan Buatan (AI) adalah sistem komputasi yang mampu meniru kecerdasan manusia, melakukan pembelajaran, penalaran, dan mengoreksi diri. Natural Language Processing (NLP) adalah cabang AI yang memungkinkan interaksi dengan manusia menggunakan bahasa manusia, termasuk bahasa Indonesia.

Kualitas AI NLP dalam bahasa Indonesia berhubungan dengan kuantitas dan kualitas data teks. Beberapa AI NLP Large Language Model (LLM) terbaru, seperti ChatGPT versi GPT-4, dapat berinteraksi dalam bahasa Indonesia dan menjawab pertanyaan agama.

Baca Juga:  Apakah Al-Qur'an Hanya untuk Orang Arab?

B. Pertanyaan

  1. Bolehkah bertanya masalah agama pada AI NLP, seperti ChatGPT versi GPT-4, yang bekerja berdasarkan hasil belajar dari data?
  2. Bagaimana hukumnya berkontribusi dalam pengembangan sistem AI NLP agar lebih sempurna?

C. Jawaban

  1. Hukumnya tidak diperbolehkan karena tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  2. Boleh, bahkan diwajibkan dalam rangka menyajikan konten keislaman otoritatif di ruang digital.

Demikian artikel islami tentang Hukum Bertanya Masalah Agama pada ChatGPT: Jawaban Munas Alim Ulama NU dibahas dalam artikel ini oleh Portal Berita Islami dan Gaya Hidup Muslim, SITUS SISI ISLAM melalui kanal Pendapat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *