Arab Saudi terbuka untuk dialog antaragama guna memerangi intoleransi agama

Gambar Gravatar
oleh 1643 Dilihat
Arab Saudi terbuka untuk dialog antaragama guna memerangi intoleransi agama: Deborah Lipstadt - Sisi Islam, Berita dan Gaya Hidup Muslim.
Lipstadt bersama Saleh Al Dowais, Chief Operations Officer di RMG, penerbit Arab News, Asharq Al Awsat & beberapa judul terkemuka lainnya. [Foto: AN/Basheer Saleh]

SisiIslam.Com – Arab Saudi terbuka untuk dialog antaragama guna memerangi intoleransi agama, kata utusan khusus AS untuk memerangi dan memantau antisemitisme.

Duta Besar Deborah Lipstadt, barid spesial AS buat memantau serta melawan antisemitisme, berkata dalam suatu tanya jawab dengan Arab News kalau kelangsungan serta kejujuran kala mangulas topik- topik berarti semacam antisemitisme ataupun dendam kepada Muslim merupakan gimana pergantian bisa terjalin.

Kesekian kali dihadapkan oleh antisemitisme dunia jelas, ia bisa jadi paling diketahui sebab petisi kontaminasi julukan bagus yang diajukan terhadapnya, di Inggris, oleh pembangkang Holocaust David Irving. Lipstadt memenangkan permasalahan itu pada tahun 2000, dengan juri melukiskan Irving selaku“ polemis neo- Nazi” yang ikut serta dalam artikel“ rasis serta antisemitisme”.

Kunjungan Lipstadt dicoba menjelang ekspedisi Kepala negara AS Joe Biden ke Kerajaan bulan depan serta pada dikala ikatan AS- Saudi terletak di” salah satu penyusutan”, semacam yang dibilang Pangeran Turki Al- Faisal dalam tanya jawab lebih dahulu dengan alat Arab News. Lalu jelas” kala melukiskan ikatan yang labil namun penting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 24 Mei, Delegasi Kepala negara Kamala Harris mengutip ikrar ahli sejarah serta guru besar Universitas Emory selaku barid spesial. Cuma sebulan setelah itu, ia melaksanakan ekspedisi global pertamanya ke Kerajaan, berkata pada alat kalau“ Arab Saudi merupakan negeri yang amat berarti di Teluk serta sudah membuktikan kemauan serta kelangsungan buat menyambut aku.”

Di sela- sela dialog meja bulat yang diadakan di kantor pusat Arab News di Riyadh, ia menulis gimana“ deskripsi orang Ibrani, yang di tahun- tahun yang kemudian, kerapkali sebagian dasawarsa lalu, orang Ibrani itu dibenci. Orang Ibrani dibahas dengan bahasa yang amat menghina serta itu berakibat di luar Kerajaan di semua dunia Muslim.” Ia meningkatkan kalau ia sudah mencermati pergantian dalam buah pikiran serta” amat didorong” sehabis berjumpa banyak orang yang mengetahui perlunya pergantian.

Baca Juga:  Tips sehat dahsyat berdasar Hadits Nabi

“ Seperti itu tahap awal: Mengidentifikasi kekurangan Kamu sendiri, apakah Kamu seseorang orang, apakah Kamu suatu komunitas, apakah Kamu suatu keluarga ataupun apakah Kamu suatu bangsa, serta berkata kita mau berganti. Cuma orang jujur​​yang dapat melaksanakannya. Serta aku sudah memandang sebagian di mari( di Arab Saudi) serta aku merasa itu amat melegakan,” tutur Lipstadt.

Sepanjang bertahun- tahun, perbincangan antaragama sudah didorong dengan bermacam golongan agama, malim serta atasan. Perbincangan terbuka merupakan alat buat membenarkan serta menggapai pangkal kasus, semacam yang dibilang Lipstadt di meja bulat, serta menguasai gimana“ bias bekerja, metode dendam ataupun antisemitisme Ibrani bekerja. Serta yang lebih berarti, metode dendam kepada satu golongan berganti jadi dendam kepada golongan lain, kalau prinsip pembedahan yang serupa dalam tiap bias, apakah itu rasisme, apakah itu antisemitisme, apakah itu dendam kepada Muslim, apa juga itu, itu bekerja metode yang serupa.”

Ia meningkatkan:“ Kamu tidak bisa mengutip apa yang aku ucap pendekatan silo- saya melawan satu, tetapi tidak yang lain. Kamu wajib berjuang di semua kediaman, namun Kamu pula wajib menganggapnya sungguh- sungguh. Serta sangat kerap terjalin kekalahan buat menyangka sungguh- sungguh antisemitisme di banyak negeri. Serta apa yang aku temui amat menarik serta mendesak di mari di Arab Saudi merupakan gimana seluruh sesuatunya berganti.”

Biodata Duta Besar Deborah Lipstadt yang menyebutkan Arab Saudi terbuka untuk dialog antaragama guna memerangi intoleransi agama

BIO: Deborah Esther Lipstadt

Pekerjaan: Utusan khusus untuk memantau dan memerangi antisemitisme dengan pangkat duta besar

Pos lainnya: Dorot Professor of Modern Jewish History and Holocaust Studies

Karya yang diterbitkan:

– Karier Zionis Louis Lipsky, 1900-1921 (1982)

– Beyond Belief: The American Press dan Kedatangan Holocaust (1986)

– Menyangkal Holocaust: Serangan yang Tumbuh pada Kebenaran dan Memori (1993)

– Betrifft: Leugnen des Holocaust (1994)

– History on Trial: My Day in Court with a Holocaust Denier (2005)

– Pengadilan Eichmann (2011)

– Holocaust: Sebuah Pemahaman Amerika (2016)

– Antisemitisme: Di Sini dan Sekarang (2019)

Pendidikan:

Baca Juga:  Hak Orang Tua dalam Islam Menurut Al-Quran dan Sunnah

– BA dari City College of New York

– MA dan Ph.D. dari Universitas Brandeis

Cendekiawan agama serta antaragama yakin kalau dialog serta perbincangan rute adat sejenis itu membuat jembatan, mengiklankan perdamaian, serta ialah alat buat memberhentikan konflik kuno.

Pada tahun 2016, Panitia Ibrani Amerika serta Warga Islam Amerika Utara memublikasikan federasi 31 badan yang kelihatannya tidak bisa jadi, tercantum Pemimpin Mohammed Magid serta Lipstadt. Pemberitahuan itu timbul di tengah melonjaknya xenofobia serta retorika anti- Muslim di AS serta di semua Eropa.

Eropa serta AS sudah mengutip pendekatan yang berlainan di masa pascaperang mengenai ucapan dendam serta antisemitisme, dengan sebagian negeri Eropa membuat negasi Holocaust bawah tangan.

” Negeri aku tidak sempurna. Serta kepala negara aku, menteri luar negara yang aku laporkan serta para atasan yang lain membenarkan kekurangan kita. Serta kita tidak berangkat berceramah pada dunia kita sempurna serta Kamu wajib berganti. Namun apa yang kita tuturkan merupakan ini merupakan permasalahan yang jadi atensi kita di dalam batas- batas AS serta jadi atensi kita di luar batas- batas AS,” tutur Lipstadt.

“ Kita tidak tiba buat berceramah. Kita tiba buat berdialog serta membimbing, serta buat bersama- sama mempelajari gimana seluruh sesuatunya bisa jadi lebih bagus.”

Salah satu aspek kemampuan penting Lipstadt merupakan melayani pemicu Holocaust. Sepanjang sebagian dasawarsa serta sepanjang sebagian rezim, ia merupakan konsultan asal usul buat Museum Peringatan Holocaust Amerika Sindikat. Bill Clinton serta Barack Obama keduanya menawarkan penunjukan presidennya ke Badan Peringatan Holocaust Amerika Sindikat serta Kepala negara George W. Bush memintanya buat menggantikan Bangunan Putih pada peringatan 60 tahun pembebasan Auschwitz.

Baca Juga:  Mengapa Lailatul Qadr adalah malam paling suci dalam Islam

“ Selaku orang yang amat yakin pada perbincangan antaragama serta kegiatan serupa antaragama, itu tidak dapat cuma perbincangan— bila itu perbincangan, itu cuma perkata,” tuturnya.

Ia menulis alangkah mencengangkan serta membangkitkan marah kunjungan Sekretaris Jenderal Aliansi Dunia Muslim Dokter. Mohammed bin Abdulkarim Al- Issa ke sisa barak pembinasaan Nazi di Auschwitz untuknya. Al- Issa berasosiasi dengan golongan dari Panitia Ibrani Amerika serta para atasan agama Muslim terkenal pada tahun 2020 dalam apa yang diucap selaku“ kunjungan yang belum sempat terjalin lebih dahulu.”

“ Selaku seseorang sarjana Holocaust serta selaku seorang yang sudah bertamu ke situ berulang kali, serta selaku seseorang sarjana antisemitisme serta wawasan aku mengenai pergantian tindakan serta pergantian di negeri ini serta deskripsi orang Yahudi… aku amat terharu,” ia mengatakan.

Perbincangan sekeliling bentrokan Israel- Palestina sudah, buat sebagian durasi saat ini, mendesak sayatan di antara agama- agama, dengan afeksi yang bertumbuh kepada seluruh pihak yang ikut serta. Lipstadt yakin kalau orang mempunyai permasalahan yang membuntukan, spesialnya permasalahan politik, yang ialah suatu yang ia tuturkan” negeri aku amat sungguh- sungguh.”

“ Antisemitisme melewati permasalahan politik, permasalahan Israel serta Palestina. Bukan berarti tidak sungguh- sungguh, pasti saja sungguh- sungguh, tetapi kita tidak adem buat menanggulangi antisemitisme hingga itu teratasi. Keduanya wajib disikapi bersama,” tutur Lipstadt.

Duta Besar Arab Saudi buat AS, Putri Reema binti Bos Al- Saud, baru- baru ini berjumpa dengan Lipstadt serta memberi dengan langkah- langkah berarti Arab Saudi dalam mengiklankan perdamaian, keterbukaan, serta perbincangan antaragama.

Lipstadt melukiskan obrolan itu selaku” luar lazim.”

Sisi Islam – Berita dan Gaya Hidup Muslim tentang: Arab Saudi terbuka untuk dialog antaragama untuk memerangi intoleransi agama, kata utusan khusus AS untuk memerangi dan memantau antisemitisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *